Journal Detail

Peran Mahkamah Adab Terhadap Perubahan Sikap Santri SMP Pesantren Peradaban Dunia Jagat‘Arsy

Author   : Muhammad Haekal, Muhammad Ridho Gunawan

Pembimbing :

Tahun   : 2022

Abstrak   : Mahkamah Adab merupakan sebuah ide yang dicetus oleh Ambu dan di resmikan tahun 2020 dan dikoordinasikan oleh Ms.Ochi Mahkamah Adab adalah Tempat bagi pelanggar Adab di Pesantren Jagat’Arsy dimana hukuman Mahkamah Adab adalah Plank 2 menit dan untuk Jasca menjadi 4 menit dan untuk yang terkena Mahkamah Adab dengan pelanggaran berkata kasar maka hukumannya adalah Plank 2 menit dan memakan Bawang Putih. Dengan Mahkamah Adab ini diharapkan para santri bisa menjaga Adabnya baik didalam Pesantren Jagat’Arsy maupun diluar Pesantren Jagat’Arsy. Dan penulis terkadang menemukan masalah dimana para santri yang terkena mahkamah adab mengulangi kesalahan yang sama ataupun berbeda, Dan fakta yang penulis temukan adalah : -Mahkamah Adab tahun ini mengalami penurunan dari -Mahkamah Adab tahun ini sering berpindah waktu -Mahkamah Adab tahun ini banyaknya pelaku tertuduh dengan pelanggaran yang sama setiap harinya -Mahkamah Adab dari tahun 2021-2022 lebih banyak jasus asal mencatat kesalahan orang padahal itu belum tentu dilakukanoleh pelaku tersebut. Fakta terkait perilaku santri -Perilaku Santri SMP terkadang membuat dirinya salah -Santri SMP terkadang harus di bimbing dalam merubah perilaku nya. -Santri SMP harus mencoba merubah perilaku nya menjadi lebih baik. Perubahan perilaku Santri SMP Sebelum Dan Sesudah Mahkamah Adab : Beberapa sudah mulai berubah menjadi lebih baik adabnya, Beberapa masih belum bisa merubah adabnya, Santri SMP masih suka terkena Pelanggaran yang sama setiap harinya. Dari hasil pengamatan penulis diatas inilah mengapa penulis ingin membuka penelitian tentang peran Mahkamah Adab terhadap perubahan sikap Santri SMP Jagat’Arsy. Dalam surah An-Nisa' ayat 36, Allah SWT telah berfirman sebagai berikut: َوَل َّللاَ َوا ْعبُدُوا ِ ِه تُ ْشِر ُكوا ِنۖ شَ ْيئًا ب َواِلدَْي ْ ِال َوب ْح َسانًا ِ ِذي إ ِ ْربَ ى َوب قُ ْ َم ى ال يَتَا ْ ِن َوال َمسَا ِكي ْ ِر َوال َجا ْ ْربَ ى ِذي َوال قُ ْ ِر ال َجا ْ ِب َوال ُجنُ ْ َوال َصا ِح ِب ال َجْن ِب ْ ِال ِن ب ِل َواْب ِي َملَ َك ْت َو َما ال َسب َمانُ ُكْم ْي َ َنۗ أ ِ janganlah dan Allah Sembahlah ":Artinya فَ ُخو ًرا ًل ُم ْختَا َكا َن َم ْن يُ ِح ب َل َّللاَ إ kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. Selain itu Dari Anas Bin Malik dia berkata: "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berjumpa dengan seseorang dan beliau mengajaknya bicara, maka beliau tidak memalingkan mukanya dari orang tersebut sehingga orang itu sendiri yang berpaling, dan apabila menjabatnya, beliau tidak melepas tangannya sehingga ia sendiri yang melepaskannya, beliau juga tidak pernah terlihat mendahului teman duduknya dengan kedua lututnya," (HR Ibnu Majah) Adab pergaulan remaja menurut Islam berisi tentang aturan berbuat baik dan tolong menolong dengan sesama teman. Islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu menjaga hubungan baik dengan sesama. Baik kepada saudara di dalam keluarga, teman, maupun para tetangga. Adab memiliki makna kebaikan budi pekerti atau kesopanan dan berkaitan erat dengan akhlak. Adab sangat penting dimiliki seseorang dalam membina hubungan dengan sesama. Jika tiap manusia memiliki nilai-nilai adab yang bagus dalam berhubungan dengan saudara, teman, dan tetangga, maka keberuntungan bakal bisa didapat selama menjalani kehidupan di dunia ini. Di dalam Al-Qur'an, terdapat sebuah ayat yang memerintahkan kepada manusia untuk berbuat baik terhadap sesama. Terutama bagi saudara, teman, mauipun tetangga tersebut. Dalam surah An-Nisa' ayat 36, Allah SWT telah berfirman sebagai َوَل َّللاَ َوا ْعبُدُوا :berikut ِ ِه تُ ْشِر ُكوا ِنۖ َشْيئًا ب َواِلدَْي ْ ِال َوب ْح َسانًا ِ ِذي إ ِ َوب ْربَ قُ ْ َم ى ى ال يَتَا ْ ِن َوال َم َسا ِكي ْ ِر َوال َجا ْ ْربَ ى ِذي َوال قُ ْ ِر ال َجا ْ ِب َوال ُجنُ ْ ال َجْن ِب َوال َصا ِح ِب ْ ِال ِن ب ِل َواْب ِي َملَ َك ْت َو َما ال َسب َمانُ ُكْم ْي َ َنۗ أ ِ ُم ْختَاًل َكا َن َم ْن يُ ِح ب َل َّللاَ إ Allah Sembahlah ":Artinya فَ ُخو ًرا dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. Selain itu. Selain itu, sejumlah hadis juga menyebutkan tentang pentingnya menjaga hubungan dengan sesama. Dari Anas Bin Malik dia berkata: "Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berjumpa dengan seseorang dan beliau mengajaknya bicara, maka beliau tidak memalingkan mukanya dari orang tersebut sehingga orang itu sendiri yang berpaling, dan apabila menjabatnya, beliau tidak melepas tangannya sehingga ia sendiri yang melepaskannya, beliau juga tidak pernah terlihat mendahului teman duduknya dengan kedua lututnya," (HR Ibnu Majah)

No PDF file available.